Mari Berdendang

Dua minggu yang lalu, menjelang sore hari, perhatianku terusik oleh lagu yang tiba-tiba berkumandang dari bangku sebelah. Setelah diceritakan lengkap, aku langsung ribut minta dibawakan albumnya dari jakarta,😀

Menepati janjinya, di siang hari minggu lalu terdengar dering telepon genggamku, diikuti dengan suara “Ke sini. Sekarang. Gw punya oleh-oleh buat loe”. Hahaha, tipikal abi, selalu bicara to the point, tanpa basa basi.

Karena jadwal yang lumayan padat, baru beberapa hari kemudian aku mampir untuk mengambilnya. Mengurangi tugasku, jay, yang juga punya awareness tinggi akan gambar sampul, turut melengkapi dengan menambahkan sampul albumnya.

Hasilnya? Dua buah tembang milik “Amigos” yang diambil dari album “Seroja” keluaran tahun 1997 ini sukses menjadi playlistku selama minggu lalu, juga waktu bikin kopdar bandoeng tempo doeloe, menyusuri balai kota dan bragaweg bareng kampung gajah.

Lirik dan irama yang catchy, membuatnya begitu mudah untuk dihafal, dan nggak hilang-hilang dari kepalaku sampai minggu ini. Damn. Karena sudah terlanjur keracunan, sekalian aja nyanyi bareng, :))

Berikut ini adalah lagu beserta liriknya, silahkan klik di sini dan di sini untuk lagunya, hyuuukkkk mareee…😉


amigos-1997-seroja.jpg01. Ceweknya Kece-Kece! | Amigos

Jalan..
Semakin banyak orang berjalan-jalan
Di sana sini, di pertokoan
Bercanda ria bersama teman

Ada..
Ada yang mejeng sambil berdendang
Lirik k’sana sambil cuci mata
Rumpi k’sini, rumpi ke sana

Cewek-ceweknya kece-kece!
Cewek-ceweknya kece-kece!
Cewek-ceweknya kece-kece!
Cewek-ceweknya kece-kece..


02. Gundah | Amigos

Hey, mengapa, hujan turun tiada berhenti
Mentari pagi enggan tampakkan diri
Hari ini berjanji untuk bertemu
Oh kekasihku.. dambaan kalbu

Dalam biskota hatiku gundah gulana
Maafkan kasih, ‘ku sudah terlambat
Jalan biskota terseok-seok merayap
Kapankah lagi sampai ke rumahmu
Ini sudah jam berapa..

Duh aduh aduh aduh, duh aduh aduh aduh
Duh aduh aduh aduh, macet lagi.. O’o’o macet lagi
Duh aduh aduh aduh, duh aduh aduh aduh
Duh aduh aduh aduh, macet lagi.. O’o’o macet lagi

Lay Lo Lay, Lo Lay Lo Lay Lo Lay Lo..
Lay Lo Lay, Lo Lay Lo Lay Lo Lay Lo lay..

[interlude]

Dalam biskota hatiku gundah gulana
Tak terbayangkan menunggu terlalu lama
Jalan biskota terseok-seok merayap
Cintaku bukanlah, cinta mainan
Percaya, percaya kasih..

Duh aduh aduh aduh, duh aduh aduh aduh
Duh aduh aduh aduh, macet lagi.. O’o’o macet lagi
Duh aduh aduh aduh, duh aduh aduh aduh
Duh aduh aduh aduh, macet lagi.. O’o’o macet lagi

Lay Lo Lay, Lo Lay Lo Lay Lo Lay Lo..
Lay Lo Lay, Lo Lay Lo Lay Lo Lay Lo lay..

~ by Mahén on March 24, 2008.

2 Responses to “Mari Berdendang”

  1. judul sesat!

  2. cewe-cewenya kece-kece!
    cewe-cewenya kece-kece!
    cewe-cewenya kece-kece!
    cewe-cewenya kece-kece!

    AARGGHH!!!

    *korban hasil cuci otak*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: