Souls of November, 2007

CHRIS BROWN’s “EXCLUSIVE”
– Songs for everyone..

Release Date: November 6, 2007

nov-6-chris-brown-2007-exclusive.jpgDua tahun berlalu sejak Chris Brown merilis album perdananya di usia 16 tahun. Kini ia kembali dengan materi yang lebih menjanjikan. Saya bisa katakan bahwa album ini jelas lebih baik dari album sebelumnya. Lebih cocok tepatnya. Singel pertamanya memang agak meragukan, terasa kurang di bagian hook-nya. Saya sendiri menganggap lagu tersebut cukup sukses karena dibackup dengan klip yang bagus. Ada banyak perubahan di album ini. Musik yang ada terasa lebih kaya, dan mampu mewakili beragam style r&b di tahun 2007. Jelas terlihat bahwa Chris Brown mencoba untuk menjangkau lebih banyak pendengar dari sebelumnya. Yang pasti, kualitas suara Chris Brown lebih terasa di album ini, satu hal yang kurang saya rasakan di album pertamanya. Singel keduanya bersama T-Pain dapat saya pastikan akan sering terdengar di berbagai club.

Personal highlights: Gimme What’cha Got, With You, You, Damage, and I Wanna Be.

 

D’ANGELO’s “YODA: THE MONARCH OF NEO-SOUL”
– Rare and unreleased..

Release Date: November 6, 2007

nov-6-dangelo-2007-yoda-the-monarch-of-neo-soul.jpgKalau ada musisi yang serba bisa, D’Angelo jelas salah satu diantaranya. Penyanyi, pianis, penulis lagu dan produser ini merilis sebuah album berisi kumpulan materi lagu live dari berbagai penampilan panggungnya. Ada beberapa nomor lama dari Roy Ayers, Al Green, Ohio Players, dan Prince, diambil dari penampilan live D’Angelo. Musisi yang satu ini seakan tak pernah berhenti bereksperimen dengan karyanya. Terbukti di lagu Me And Those Dreaming Eyes Of Mine versi album. D’Angelo tidak hanya bernyanyi, tetapi juga memainkan seluruh alat musik yang ada pada lagu tersebut. Menyandang predikat sebagai salah satu pencetus classic modern soul, atau yang sering disebut dengan neo-soul, D’Angelo kembali menghadirkan kreativitasnya melalui album ini. Jangan heran jika terasa aneh. Toh dia sudah mencantumkan think differently music di sampul albumnya.

Personal highlights: Heaven Must Be Like This, Can’t Hide Love, Send It On, and She’s Always In My Hair.

 

JAY-Z’s “AMERICAN GANGSTER”
– Concepted rebirth..

Release Date: November 6, 2007

nov-6-jay-z-2007-american-gangster.jpgHadir terpisah dari album soundtracknya, Jay-Z kembali ke pengalaman masa lalunya dalam album ini. Setelah album Kingdom Come yang agak mengewakan, dimana Jay-Z lebih banyak bercerita tentang kekayaan dan gemerlap keartisannya, di album ini terasa lebih imbang. Jay-Z menyampaikan liku-liku kehidupan gangster, dan tampil sebagai contoh nyata sebagai salah seorang yang memutuskan keluar untuk menjalani kehidupan lain yang lebih baik. Sepertinya album ini lebih menitikberatkan pada lirik yang disampaikan ketimbang musiknya, hingga beberapa lagunya terasa agak monoton. Kejeniusan Jay-Z, yang terkenal spontan dalam menciptakan lirik tanpa draft saat berada di studio, kembali terdengar di album ini. Secara keseluruhan, album ini jelas hadir dengan konsep yang lebih matang dari Kingdom Come.

Personal highlights: American Dreamin’, Roc Boys (And The Winner Is), and American Gangster.

 

ALICIA KEYS’ “AS I AM”
– an artistic maturity..

Release Date: November 13, 2007

nov-13-alicia-keys-2007-as-i-am.jpgMengakui dirinya mulai lelah dengan predikat superwoman yang dibebankan publik pada dirinya. “I can’t be everybody’s savior. Who’s gonna save me?” ungkapnya dalam sebuah wawancara. Alicia, yang belakangan ini mengalami masa-masa sulit, baik dalam profesi maupun kehidupan pribadinya, memutuskan untuk pergi ke mesir untuk menenangkan dirinya. Lantas apa hubungannya dengan album? Sebagai musisi, sudah tentu semua itu terpancar dalam karyanya. Berbeda dengan album sebelumnya, musik alicia terdengar lebih agresif, seakan menjadi cermin arus kehidupan Alicia. Perbedaan lain yang terasa adalah di album ini lagu-lagu terasa lebih bluey, dan lebih black. Sebuah ballad berjudul No One dilepas sebagai singel pertamanya. Jenius, itu yang terpikir saat menyadari bahwa saat Alicia mengekspresikan dirinya lewat lagu, ia masih mampu menyisihkan tempat bagi pendengarnya untuk melakukan hal yang sama.

Personal highlights: No One, Like You’ll Never See Me Again and Tell You Something (Nana’s Reprise).

 

AMY WINEHOUSE’s “BACK TO BLACK”
– British’s finest takes on motown..

Release Date: November 13, 2007

nov-13-amy-winehouse-2007-back-to-black-deluxe-edition.jpgDisebut-sebut memiliki suara gabungan antara Billy Holiday dan Lauryn Hill, penyanyi soul asal Inggris ini baru saja merilis sebuah dobel album Back To Black. Berbeda dengan sebelumnya, album ini memiliki nuansa vintage, seakan kembali ke masa grup penyanyi wanita era The Supremes di tahun 60an. Efeknya, album ini terasa sangat oldie dan jazzy, namun menarik dengan adanya vokal soul khas Amy. Beberapa hits Motown turut hadir dalam album ini.

Personal highlights: Tears Dry On Their Own, He Can Only Hold Her, and Valerie.

 

SEAL’s “SYSTEM”
– Back on his roots..

Release Date: November 13, 2007

nov-13-seal-system-2007-front.jpgLewat album barunya, musisi yang punya nama lengkap Sealhenry Samuel ini mencoba untuk kembali akar musiknya. Musisi asal Inggris ini terkenal dengan lagu Kiss from a Rose dan Prayer for the Dying dari album Seal, di tahun 1994. Kiss from a Rose juga masuk dalam kompilasi soundtrack film Batman Forever di tahun yang sama. Sebagaimana kebanyakan artis r&b dari Inggris, nuansa electronic beats di album ini terasa lebih kental. Penyanyi sekaligus penulis lagu ini benar-benar kembali ke style awal. Ada beberapa lagu seperti Rolling dan Wedding Day yang akan mengingatkan kita pada dua tembang yang telah saya sebutkan di atas. Istrinya, Heidi Klum (Ya, ya, ya.. saya juga gak rela waktu Heidi Klum diperistri oleh Seal), turut mengisi vokal di album Wedding Day.

Personal highlights: Wedding Day, Rolling, and Immaculate.

 

BOYZ II MEN’s “HITSVILLE USA”
– A journey through motown’s finest..

Release Date: November 13, 2007

nov-13-boyz-ii-men-2007-motown-a-journey-through-hitsville-usa.jpgJika Babyface terasa begitu plain dalam playlistnya, tidak demikian halnya dengan Boyz II Men. Usai merilis The Remedy di tahun 2006, sederet classics hits milik Motown pun dipersiapkan untuk album berikutnya. Aransemen barunya terasa begitu nyaman di telinga saya. Beberapa malah terdengar lebih bagus ketimbang aslinya. Satu contoh saja, lagu End of The Road milik mereka sendiri kini terasa lebih soul, dibawakan secara acappella, dengan bintang tamu Brian McKnight. Juga tembang lawas Ribbon in the Sky milik Stevie Wonder, yang juga dibawakan secara acappella. Mereka mengatakan bahwa album ini memang didedikasikan pada era yang paling berpengaruh pada gaya musik mereka. Lebih jauh lagi, Shawn Stockman juga menyatakan bahwa seluruh tembang yang ada dalam album ini direkam menggunakan live instruments. Album ini merupakan bukti nyata bahwa Boyz II Men tidak hanya sekedar mampu bertahan hingga saat ini, namun masih mampu memberikan sesuatu yang baru dalam setiap karyanya.

Personal highlights: Mercy Mercy Me, Ribbon In The Sky, Easy, There’ll Never Be, and All This Love.

 

~ by Mahén on November 13, 2007.

One Response to “Souls of November, 2007”

  1. nice blog, link me up dude, icecreamlove.wordpress.com appreciate it

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: