Fenomena Angka Empat

stairwell_sign.png

Seringkali kita temukan hilangnya lantai empat di sebagian besar gedung-gedung yang ada. Penggantinya bermacam-macam. Ada yang mencantumkan angka 3A, ada juga yang langsung di-skip ke angka 5. Bahkan belakangan saya sempat lihat ada sebuah gedung yang disusun menjadi LG-GF-UG-1-2-3 untuk urutan lantainya, hanya untuk menghindari adanya lantai empat.

Saat anda bertanya mengapa, jawaban yang ada hanya “Itu angka sial.” Ditanya lebih jauh, muncul respon “Soalnya empat itu angka mati, makanya gak bagus.” Tanpa ada penjelasan yang jauh lebih memuaskan.

Fenomena angka empat ini akhirnya menjadi “penting”, dan mulai menggugah minat saya di pertengahan era 90an, Tanpa bermaksud sok tahu, saya ingin mencoba menjelaskan sedikit lebih jauh tentang hal yang (mungkin) gak penting ini. (Well, that’s just me, anything can be important to me, *grin*). Berikut adalah penjelasan saya akan hal ini.

Bahasa mandarin umumnya menggunakan 4 nada dalam pengucapannya. Masing-masing nada tersebut membedakan arti kata yang diucapkan. Tapi saya sendiri kurang tahu apakah tanda nada tersebut digunakan hanya saat menulis dalam huruf latin, atau juga digunakan saat menulis dalam huruf kanji.

Empat dalam bahasa mandarin (Simplified Chinese) adalah , dibaca menggunakan nada 4. Angka ini akhirnya dihindari, karena jika kata tersebut dibaca dengan nada 3 (victory) yaitu , artinya berubah menjadi mati/death. Perbedaan arti dalam kata yang berbunyi sama tersebut dianggap kurang membawa keberuntungan, karena salah satu artinya berhubungan dengan kematian. Itu sebabnya dalam banyak hal, khususnya yang berbau bisnis, angka ini jarang digunakan, seperti pada pencantuman urutan lantai gedung di lift, nomor apartemen, kamar hotel, dan lain-lain.

liftbutton.pngHingga kini, hal tersebut masih mempengaruhi kalangan pebisnis Asia. Coba saja tanya ke roxy, jarang sekali ada yang menawarkan angka empat, apalagi triple 4 (444) untuk dijual sebagai nomor cantik telepon seluler. Perusahaan besar seperti Canon pun tak luput dari hal ini, seri Canon PowerShotnya lompat dari PowerShot G3 ke PowerShot G5. Fuji juga meng-upgrade seri S3nya langsung ke S5. Selain Hongkong, mungkin nomor dua yang juga customary dalam men”tabu”kan angka ini adalah Korea. Banyak rumah sakit, sekolah, apartemen, dan asrama di korea yang meniadakan penggunaan angka 4 dalam bangunannya.

Bagi saya, setiap orang pasti punya superstitious sendiri yang berbeda-beda. Saya justru merasa senang jika menemukan alasan mengapa sebuah hal menjadi kepercayaan yang fenomenal dari sebuah masyarakat. Cukuplah kiranya bagi kita untuk sekedar tahu alasan jelas mengapa suatu hal menjadi kepercayaan, tanpa perlu memperdebatkan kebenarannya lebih jauh, toh kita juga gak suka kan kalo kepercayaan yang ada dalam budaya kita diutak-atik dan dikritik oleh orang lain?

Buat rekan-rekan saya dari jurusan sastra cina semasa di FSUI dulu, terima kasih banyak untuk penjelasannya yang begitu detail, sampe ngajarin tulisan kanjinya segala, padahal saat itu saya justru berada di jurusan sastra jerman, otomatis bengang-bengong belajar nulisnya, hehe.. Anyway, you guys rock!

 

~ by Mahén on October 25, 2007.

2 Responses to “Fenomena Angka Empat”

  1. […]  https://randhaem.wordpress.com/2007/10/25/fenomena-angka-empat/ […]

  2. percaya ga percaya, tapi nyata terjadi dan saya alami,,, entah kebetulan atau tidak nya fenomena 444,,,adik saya baru meninggal di usia 44 t,hn di bulan april ini /bulan 4,,, dan di jam 4 subuh,,,hari senin, yg menurut primbon jatuh di angka 4

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: