Senopati Pamungkas/Arswendo Atmowiloto

Keraton Singasari mencapai puncak kejayaannya di bawah pimpinan Baginda Raja Sri Kertanegara, bahkan mampu memukul mundur pasukan Tartar Kubilai Khan, yang mengikuti jejak Jengis Khan yang sebelumnya telah melebarkan panji2 Tartar hingga ke benua Eropa. Melalui ksatria pingitan, semacam asrama yang mendidik para prajurit sejak usia dini, muncul tokoh utama dari cerita ini bernama Upasara Wulung. Di kemudian hari ia akan dikenal dengan gelar Senopati Pamungkas, atas jasanya terhadap Raden Sanggrama Wijaya, di awal bergantinya Keraton Singasari menjadi Majapahit.

Upasara Wulung terlibat dalam intrik Keraton, perebutan kekuasaan, pengkhianatan, keculasan, terseret arus jago-jago kelas utama: mulai dari Tlatah Tartar, Jepun, Hindia, Syangka, juga Turkana, dengan segala keanehan ilmu serta daya asmara yang menggetarkan jiwa, memperebutkan ilmu yang disebut dengan Tepukan Satu Tangan, di mana satu tangan lebih terdengar daripada dua tangan.

Begitu banyak filosofi dan pesan moral yang terkandung dalam buku ini, walaupun sebenarnya lebih dititikberatkan pada cerita silatnya. Personally, buku ini turut mengubah cara pandang saya sebagai orang Indonesia, bahkan sebagai manusia seutuhnya. Pertama kali saya baca cerita ini masih dalam bentuk novel, terdiri dari 25 seri, yang juga diterbitkan oleh gramedia di era 80an, sementara sekarang diterbitkan kembali dalam dua buah trade paperback.

Ini adalah salah satu buku yang saat itu (bahkan hingga saat ini, saat membaca kembali paperbacknya) mampu membuat saya ‘anteng’ membaca sampe lupa lingkungan sekitarnya,😉

Kisah lanjutan dari buku ini diberi judul Tembang Tanah Air, yang katanya juga akan diterbitkan kembali oleh gramedia dalam bentuk paperback.

~ by Mahén on September 21, 2007.

2 Responses to “Senopati Pamungkas/Arswendo Atmowiloto”

  1. setuju …cuma buku edisi terakhirnya ( Episode 1 dan 2 ) terlalu besar , berat dan yang pasti kemahalan untuk pembaca umum …sehingga menyulitkan untuk lebih penetrasi ke Pembaca / penggemar baru ..
    bisa gak ya di cetak ulang di LKH Productionya LKH seperti GM or Candi Murca yang di plan 10 Episode

  2. Saya ingat saat masih 25 buku kecil-kecil itu. Kami (saya, bpk dan kakak) bergantian membaca buku itu. Krn bnyknya buku itu, maka penjaga toko sampai hapal dan menyimpankannya kalau ada yang baru terbit. “Tembang Tanah Air” di Samarinda kalau tidak salah cuma sampai jilid ke-4 lalu menghilang..seiring pengarang buku ini tersandung kasur “Monitor”. Seandainya akan benar diterbitkan Gramedia saya akan menjadi yang pertama antri membeli buku itu🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: