Perlukah Album Art?

Saat itu, tepatnya beberapa tahun silam, saya mendapatkan beberapa album soundtrack dari iBook seorang teman dekat. Tak sengaja, saat menelusuri thumbnail file-file tersebut lewat program ACDSee, muncul tampilan sampul album dari setiap track yang ada.

Kejadian tersebut mendorong saya untuk tahu lebih banyak mengenai hal ini. Ternyata gambar tadi muncul karena memang dimasukkan ke dalam id3tag dari file lagu tersebut, diantara informasi lainnya. Beberapa minggu kemudian akhirnya saya dapatkan software editor yang fungsinya cukup lengkap, mampu untuk menuliskan berbagai informasi ke dalam sebuah file .mp3, termasuk gambar sampul album, yang belakangan saya ketahui banyak disebut-sebut dengan istilah Album Art. Saat memodifikasi tampilan desktop tahun lalu, saya temukan juga program untuk menampilkan informasi plus album art dari lagu yang sedang diputar pada desktop. Menyenangkan sekali, bukan? *grin*

Saat iTunes 7 dirilis oleh apple, ada satu fitur tambahan yang menarik, yaitu cover flow, yang memungkinkan user mencari lagu berdasarkan album art yang ada dalam library iTunes-nya. Ketika saya akhirnya mampu memiliki iPod video, ternyata tampilan layar ‘now playing’nya pun baru terpakai maksimal jika disertai album art. Apalagi ketika Apple memasukkan fitur cover flow tersebut ke dalam seri terbaru dari iPod nano & iPod classic miliknya, makin mantap niat saya melengkapi album art pada setiap track dalam koleksi saya.

Sejak itu saya bongkar kembali koleksi lagu saya, dan sedikit demi sedikit saya lengkapi kembali satu per satu. Saat ini, lebih dari setengah koleksi saya sudah memiliki album art dalam setiap file-nya, baik yang berupa album maupun yang berupa singel. Hobi baru saya ini membuat saya lebih dekat dengan situs pencari seperti google, amazon, discogs, cduniverse, wikipedia, free.db, dll.

Kehadiran album art, membuat info yang ada dalam id3tag pada lagu menjadi begitu penting. Bukan sekedar memperindah tampilan dan memanjakan mata, seperti saat menelusuri fitur coverflow di iTunes, kelengkapan id3tag juga mampu membuat sebuah lagu menjadi sangat edukatif, karena kemampuannya untuk menampilkan berbagai informasi di lagu tersebut, seperti judul lagu (title), nama artis (artist), judul album (album), tahun rilis (year), jenis musik (genre), urutan lagu dalam album (track # of #), gambar sampul (album art), comment (komentar) dan lain sebagainya, bahkan mampu menyimpan lirik lagunya.

Melihat album art, tak hanya sekedar mengenal wajah dan rupa artisnya. Lebih dari itu, secara tidak sadar kita pun mengenali gaya desain pembuatan sampul album dari dekade ke dekade, dengan berbagai ukuran, seperti cd, piringan hitam, kaset, dll, baik untuk album yang ada di dalam negeri maupun mancanegara.

Dengan segala hal tersebut, tak berlebihan rasanya jika album art memegang salah satu dari sekian banyak peran penting yang ada di dalam industri musik. Buat saya, fitur ini telah menjadi bagian dari hidup, karena belum tenang rasanya kalau file lagu yang dimiliki masih belum lengkap art-nya. Aneh? Nggak juga ah, coba saja install iTunes 7. Saat browsing melalui fitur coverflow, anda akan tahu mengapa. *wink*

~ by Mahén on September 21, 2007.

One Response to “Perlukah Album Art?”

  1. mas, nama softwarenya apa? terus kalo mau nyari gambar covernya.. nyari di situs mana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: