Mp3, Sebuah Fenomena

Melihat begitu banyaknya file-file lagu dalam format kompresi (.mp3, .wma, .m4a, .ogg, dll) yang ada saat ini terkadang melayangkan ingatan saya ke masa awal saya mencoba untuk ripping kaset dan cd ke dalam format mp3 di tahun 97. Kadang-kadang suka bete sendiri saat melihat perbandingannya dengan saat ini. Dengan software yang tersedia saat ini, proses ripping dari sekeping cd hanya membutuhkan waktu antara 10-15 menit, tergantung dari banyaknya lagu yang ada dari kepingan cd tersebut. Dulu proses tersebut tidak bisa dilakukan secepat itu. Saat itu saya ingat untuk ripping mp3 dari sebuah cd tidak bisa langsung, tapi harus di-convert ke dalam format wav dulu, baru kemudian dikompresi menjadi mp3. Demikian pula halnya dengan kaset. Belum lagi di masa itu prosesor tercepat yang ada adalah intel pentium 166MMX, dengan 16 Mb EDORAM, dan kapasitas harddrive sebesar 2,1 Gb. HiHiHi..
Kebayang kan repotnya, tambah lagi waktu itu cd-writer masih mahal, itu pun speed-nya hanya 8x saja. (Hmm, jadi ingat jaman keemasan cd-rom TEAC 24x). Jadi untuk men-convert sebuah file wav ke mp3 saja membutuhkan waktu sampai 40 menit. Suka heran sendiri koq dulu betah banget ya nunggunya? Pernah sampai kejadian komputer saya tidak pernah off selama sebulan, karena dipakai untuk convert mp3 dari kaset-kaset lama yang saya miliki saat itu, dengan pemikiran untuk meng-arsipkan kaset-kaset tersebut ke dalam sebuah perpustakaan digital yang saya miliki sendiri.
Kadang suka geli sendiri saat membayangkan semua kejadian itu, apalagi kalau dibandingkan dengan spesifikasi komputer sekarang, koq ukuran kapasitas harddrive jaman dulu itu jadi kayak receh ya? hihihi..
Anyway, ada satu hal yang saya syukuri dengan terciptanya file kompresi .mp3 ini. Karena datangnya bersamaan dengan krisis moneter yang melanda tahun itu, hati saya cukup tenang kalo pergi ke toko cd dan pusyink sendiri melihat harga penjualan cd yang semakin mahal, setidaknya ada cara lain yang bisa saya gunakan untuk tetap mendengarkan dan mengkoleksi musik yang saya gemari. Apalagi sejak mulai menggunakan iPod, saya tidak perlu lagi membawa sekian banyak kaset atau pun cd untuk didengarkan dalam mobil dan dalam perjalanan apapun. Dengan iPod ukuran 30Gb dan data .mp3, saya bisa membawa lebih dari empat ribu lagu kemanapun saya pergi, belum termasuk data video dan gambar. *ah senangnya..*
Jadi menurut saya seharusnya ada nobel prize untuk pencipta sebuah file yang merubah sekian banyak bentuk industri di kemudian harinya ini, *senyum-senyum*.

~ by Mahén on September 21, 2007.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: